Lolos 6 Besar, Perpustakaan Desa Tulakan Maju Lomba Tingkat Nasional

Ramah tamah dengan dewan juri Lomba Perpustakaan Nasional di serambi tengah Pendapa Kartini Jepara, Rabu (3/7/2019). (Foto: Diskominfo Jepara)

Panggang, Jepara – Perpustakaan Kucica (Ku Cinta Baca) Desa Tulakan Kecamatan Donorojo mewakili Kabupaten Jepara maju lomba perpustakaan tingkat nasional. Perpustakaan ini berhasil lolos ke dalam babak 6 besar lomba perpustakaan klaster A tingkat nasional.

Saat acara ramah tamah dengan dewan juri nasional di serambi tengah Pendapa Kartini, Plt Asisten III Setda Jepara Fadkurozi membeberkan sejarah perpustakaan ini, di mana pernah terjadi peristiwa kebakaran yang melahap ribuan buku saat reformasi.

Sementara itu, salah satu juri Supriyanto menyebutkan ada beberapa pedoman atau unsur utama dalam komponen penyelenggaraan dasar perpustakaan, yaitu koleksi perpustakaan, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, dan sarana dan prasarana perpustakaan.

“Terakhir juga anggaran, apakah perpustakaan tersebut mempunyai anggaran yang cukup dan berkelanjutan atau tidak,” terangnya dalam situs resmi Pemkab Jepara.

Supriyanto melanjutkan, selain komponen tersebut, terdapat juga komponen penguat di antaranya adalah inovasi perpustakaan, kelembagaan, dan kepedulian dari pemerintah daerah dan masyarakat. “Apabila bisa meyakinkan, memantapkan komponen tersebut, insyaAllah kita bisa membawanya menuju lebih baik,” imbuhnya.

Literasi Desa Dapat Meningkatkan Ekonomi Pedesaan

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Teringgal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Sanusi Anwar selalu menekankan pentingnya pembangunan perpustakaan desa sebagai sarana pembelajaran masyarakat. Sesuai dengan Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 16 Tahun 2018, penggunaan dana desa untuk literasi dialokasikan pada pengadaan, pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan sarana prasarana pendidikan dan kebudayaan; mendukung kegiatan pendidikan bagi anak-anak usia wajib belajar; menunjang proses belajar mengajar dalam kegiatan pelatihan kerja bagi warga desa yang akan menjadi buruh migran dan dimanfaatkan pelajar dalam mengerjakan tugas sekolah.

Anwar menerangkan, ada enam hal yang mesti dilakukan agar literasi desa dapat meningkatkan ekonomi pedesaan, yakti pendampingan desa harus bisa melakukan upaya untuk membangkitkan minat baca masyarakat; memperbanyak perpustakaan atau taman baca masyarakat di pedesaan; penyediaan buku praktis manajemen, usaha, BUMDes, akuntansi, dan sebagainya; penyediaan buku motivasi dari pengusaha dan BUMDes yang terbukti sukses; serta pengembangan perpustakaan digital desa.

Mewujudkan Perpustakaan Ideal

Bagaimanapun, perpustakaan desa perlu menjadi perpustakaan ideal yang mampu melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk membangkitkan potensi membaca. Pendekatan ini disesuaikan dengan kegemaran, hobi, kesenangan, dan kebiasaan yang ada di masyarakat.

Untuk mewujudkan perpustakaan ideal, Pejuang Literasi Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen Romi Febriyanto Saputro memandang perlunya political will dari pemerintah dengan mewujudkan struktur kelembagaan perpustakaan yang kuat dan terhormat. Kelembagaan perpustakaan menurutnya harus mandiri, berdiri sendiri, dan terpisah dari lembaga lain. Sehingga perpustakaan dapat berdiri sendiri baik dari segi anggaran maupun manajemen.

Selain itu, pemerintah harus memberikan anggaran yang signifikan untuk setiap perpustakaan. Tanpa hal tersebut, Romi menilai bahwa perpustakaan ideal hanyalah ilusi belaka. Ia melanjutkan, yang tidak kalah penting untuk menuju perpustakaan ideal, adalah sebuah perpustakaan harus memiliki desain ruang yang menarik, koleksi yang variatif, layanan yang beragam, dan pustakawan yang qualified.