Generasi Muda Harus Punya Peran Promosikan Pariwisata Jepara

Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Jepara 2019 terpilih, yaitu Brian Priyangga dan Yuliana Kristianingrum. (Foto: Diskominfo Jepara)

Panggang, Jepara – Ajang pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Jepara telah sampai pada babak akhir pada Selasa (27/8/2019) di Pendopo Kartini. Melalui ajang ini, generasi muda diharapkan memiliki peran aktif dalam melestarikan budaya sekaligus mempromosikan destinasi pariwisata yang ada di Jepara.

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi dalam rilis dari laman resmi Pemkab Jepara menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi dan memberikan perhatian atas terselenggaranya perhelatan tersebut. Melalui acara tahunan tersebut, para generasi muda diberikan kesempatan untuk menggapai cita-citanya menjadi duta wisata Kabupaten Jepara.

Ia juga menyampaikan, terpilihnya Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Jepara tahun ini merupakan awal langkah bagi generasi muda untuk melestarikan dan ikut mengembangkan potensi-potensi yang ada di Jepara. “Dari potensi wisata, potensi budaya, hingga kuliner yang ada di Kabupaten Jepara,” urai Dian.

Di akhir acara, dibacakan nama-nama para pemenang. Di nominasi kategori penampilan terbaik ada Asep Siswanto dan Pamela Nawal Iman Fadhila. Lalu juara favorit yaituMirza Aulia Fajrur Ramadhama dan Febriana Jamilatul Mila. Sedangkan Mas dan Mbak Duta Wisata yang terpilih yaitu Brian Priyangga dan Yuliana Kristianingrum.

Peran Milenial Harus Dimaksimalkan

Traveling atau berwisata sering dikaitkan dengan cara atau metode untuk melepas penat. Namun, traveling kini bukan lagi sekadar kegiatan untuk melepas penat. Bagi para generasi milenial, kegiatan ini sudah menjadi sebuah kebutuhan utama untuk mendapatkan ide-ide kreatif yang bisa diaplikasikan pada rutinitas sehari-hari.

Buktinya, tren traveling di kalangan milenial selalu meningkat tiap tahunnya, terutama bagi mereka yang berusia 18-35 tahun. Di samping itu, kekayaan alam dan budaya Indonesia merupakan alasan utama terjadinya peningkatan aktivitas wisata di dalam negeri. Indonesia bahkan menjadi salah satu negara yang terkena fenomena Leisure Economy. Fenomena ini juga diprediksi akan lebih booming di masa depan seiring dengan kemajuan teknologi informasi.

Untuk itu, Menteri Pariwisata Arif Yahya menekankan pentingnya peran anak muda dalam mengembangkan sektor pariwisata. Menpar kemudian menyebutkan strategis pengembangan pariwisata yang bisa dilakukan dengan melibatkan anak muda, yakni destinasi digital dan nomadic tourism.

Dijelaskannya, destinasi digital adalah destinasi populer di dunia maya, viral di media sosial, dan hits di Instagram. Destinasi ini menyasar para wisatawan muda yang kerap memburu objek-objek wisata instagramable. Sementara nomadic tourism merupakan solusi dalam mengatasi keterbatasan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas), khususnya untuk sarana amenitas atau akomodasi yang sifatnya dapat berpindah-pindah seperti glamp camp, home pad, dan caravan.

“Saya yakin, generasi muda Indonesia itu memiliki ide-ide kreatif dan semangat yang kuat,” tutur Menpar.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pariwisata merupakan bisnis yang menguntungkan, mudah, dan murah. Oleh karena itu, para anak muda harus banyak belajar dan jangan lupa berkontribusi di sektor pariwisata.