Jaga Kearifan Lokal Warga Banjaragung dengan Kirab Pusaka Makam Mbah Langgi

Kirab pusaka di makam Mbah Langgi, yang merupakan cikal bakal masyarakat desa setempat. (Foto: Diskominfo Jepara)

Bangsri – Masyarakat Desa Banjaragung, Kecamatan Bangsri bersama Yayasan Marga Langit menggelar kirab pusaka di makam Mbah Langgi, yang merupakan cikal bakal masyarakat desa setempat, Rabu (11/9/2019). Kirab yang bertujuan untuk menjaga kearifan lokal ini dikemas dalam prosesi buka luwur, serta diikuti kerabat Keraton Surakarta dan Yogyakarta.

“Kegiatan ini dilaksanakan setiap Bulan Suro. Selain buka luwur makam mbah Langgi, kita juga melakukan kirab pusaka,”terang Ketua Yayasan Marga Langit Hendro Suryo Kartiko dalam keterangan tertulis di laman resmi Pemkab Jepara.

Para peserta kirab berjalan sekitar tiga kilometer dari Yayasn Marga Langit menuju Makam Mbah Langgi. Dengan mengenakan pakaian adat Jawa lengkap, mereka membawa berbagai pusaka berupa keris dan tombak. Sesampainya di makam, luwur diserahkan kepada juru kunci makam untuk digantikan dengan yang baru. Usai itu, satu per satu pasukan pusaka meletakkan berbagai pusaka di samping makam. Lalu, doa dirapal untuk keselamatan warga Banjaragung.

Dijelaskan Hendro, kirab pusaka ini merupakan tradisi dalam menjaga kearifan lokal. Bagi warga Banjaragung, pusaka merupakan sebuah karya seni yang harus dijaga kelestariannya. “Kita berharap dengan makam leluhur ini bisa mengenang perjuangan beliau. Mbah Langgi merupakan salah satu keturunan wali, yang dimakamkan di Banjaragung,” urainya.

Menjaga Kearifan Lokal melalui Lembaga Budaya

Indonesia merupakan negara yang kaya akan ragam seni budaya. Maka sudah selayaknya budaya dan beragam kearifan lokal yang ada dijaga dan dilestarikan agar tidak luntur atau hilang. Menurut Dosen STIA Setih Setio Muara Bungo Dr. Hamirul, salah satu cara untuk memelihara kekayaan budaya adalah melalui lembaga budaya yang ada di masyarakat.

Lembaga-lembaga kebudayaan baik yang berbentuk swadaya masyarakat, sanggar, maupun paguyuban merupakan elemen lain yang dapat berperan serta dalam pelestarian seni dan budaya. “Budaya dan kearifan lokal merupakan bagian dari jati diri bangsa Indonesia yang kaya dengan keanekaragaman suku, agama, serta ras,” katanya.

Menurutnya, kita wajib bersyukur karena memiliki Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika yang merupakan hasil pemikiran para bapak pendiri bangsa yang telah terbukti mampu menyatukan segenap rakyat di tanah air. Dalam pandangannya, komunitas adat mesti tetap dipertahankan untuk memperoleh hak hidup, untuk menjadi bagian dari identitas serta perekat bagi kehidupan bangsa.