Edukasi Masyarakat Lewat Kreativitas Bank Sampah

Sekda Jepara Edy Sujatmiko saat membuka pameran kreativitas bank sampah dan fashion show daur ulang sampah. (Foto: Diskominfo Jepara)

Jepara – Upaya pengurangan sampah menjadi hal penting di Kabupaten Jepara. Upaya ini harus dibarengi dengan cara mengedukasi masyarakat. Seperti halnya menumbuhkan kesadaran bahwa sampah mempunyai manfaat dan nilai ekonomi, sehingga tidak harus dibuang dengan percuma.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekda Jepara Edy Sujatmiko saat membuka pameran kreativitas bank sampah dan fashion show daur ulang sampah, yang diselenggarakan di Alun-alun 2 Jepara, Kamis (4/10/2019). Acara tersebut dimeriahkan oleh perwakilan bank sampah dan pegiat lingkungan dari berbagai daerah, seperti Kabupaten Demak, Grobogan, Rembang, Pati, dan Kudus.

“Lembaga pendidikan harus didorong untuk mengembangkan sekolah berbasis literasi. Demikian pula bank sampah harus difasilitasi agar tumbuh dan berkembang,” terang Sekda, dikutip dari laman Pemkab Jepara.

Edy Sujatmiko mengatakan, sampah plastik saat ini menjadi ancaman serius. Baik yang ada di daratan maupun yang terbuang di lautan. Karena itu, kegiatan pameran kreativitas sampah ini menjadi salah satu upaya untuk pengurangan sampah yang penting untuk dilaksanakan. Ini upaya nyata untuk kurangi timbunan sampah.

“Bisa jadi ini merupakan sebuah langkah kecil, namun jika hal yang kecil itu tidak dilaksanakan maka kita tidak bisa berbuat sesuatu yang besar untuk menyelamatkan lingkungan,” tuturnya.

Dalam acara tersebut, total terdapat 31 stan pameran. Masing-masing stan menampilkan produk terbaiknya. Ada yang berkreasi di hiasan dinding, barang pakai seperti tas dompet, serta berbagai produk lainnya. Selain menampilkan beragam produk olahan sampah juga ditampilkan hasil pengolahan pupuk yang terbuat dari sampah organik.

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Edukasi masyarakat mengenai permasalahan lingkungan yang bersifat kompleks akibat timbulan sampah diperlukan untuk membentuk kesadaran masyarakat. Faktor penyebab kepedulian lingkungan didasari cara berpikir dan perilaku manusia. Partisipasi aktif warga menjadi hal yang penting untuk diidentifikasikan dalam aksi pengelolaan sampah.

Asteria dan Heruman (2016) menyebutkan perubahan paradigma masyarakat mengenai sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi kesadaran dan keterampilan warga untuk pengelolaan sampah dengan penerapan prinsip reduce, reuse, recycle, dan replant (4R) penting dalam penyelesaian masalah sampah melalui pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Bank sampah yang berbasiskan partisipasi warga perempuan merupakan modal sosial dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Melalui bank sampah, pemberdayaan warga bisa dilakukan melalui kegiatan penyuluhan, edukasi, pelatihan dengan metode partisipasi emansipatoris (interaksi dan komunikasi), serta dialog dengan warga di komunitas. Selain itu, diperlukan dukungan kemitraan dengan membangun jejaring dan mekanisme kerja sama kelembagaan antara warga pengelola bank sampah dengan stakeholder terkait.