Kesehatan Lingkungan Jadi Indikator Penentu Daya Saing Pariwisata

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jepara Mulyaji saat membuka rapat koordinasi di Pendopo Kartini. Foto: Diskominfo Jepara

Panggang, Jepara – Kesehatan lingkungan merupakan sektor yang menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Jepara. Selain itu, sektor ini juga menjadi indikator penentu daya saing pariwisata. Hal ini disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jepara Mulyaji, yang mewakili Plt Bupati Dian Kristiandi, dalam rapat koordinasi dengan 191 perangkat desa dan kelurahan di Pendopo Kartini, Rabu (25/9/2019).

“Bagaimana bisa sektor pariwisata dikembangkan, manakala sektor kesehatan tidak dijaga bersama-sama,” terang Mulyaji melalui website resmi Pemkab Jepara.

Menurutnya, berbagai aspek penunjang pariwisata harus diperhatikan, salah satunya aspek kesehatan lingkungan, baik meliputi kebersihan lingkungan, kebersihan makanan yang disediakan, maupun yang lainnya. Pria yang akrab disapa Lilik itu menegaskan, peran masyarakat dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan dalam mewujudkannya. Terlebih Jepara memiliki potensi pariwisata yang menjanjikan. Dirinya berharap, masyarakat mampu memaksimalkan potensi tersebut.

Untuk itu, Lilik meminta komitmen seluruh perangkat desa dan kelurahan untuk dapat bersinergi dengan warganya dalam mewujudkan kesehatan lingkungan di wilayahnya masing-masing. Dimulai dari meneruskan ilmu yang didapat pada acara tersebut, lalu mengaplikasikannya di tengah-tengah kehidupan sosial. “Dengan banyaknya informasi yang diberikan, maka insyaAllah lingkungan desa maupun kelurahan semakin waktu semakin bertambah sehat,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam acara bertema “Membangun Kesadaran Masyarakat dalam Mewujudkan Jepara Sehat” itu dirinya menjelaskan, jika kesehatan masyarakat dan wisatawan telah dijaga dengan baik, maka aktivitas pariwisata akan berjalan dengan lancar.

Lingkungan Sehat Tunjang Peningkatan Kunjungan Wisata

Faktor lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang sangat berhubungan terhadap derajat kesehatan masyarakat, karenanya perlu memperoleh perhatian secara sungguh-sungguh terutama di daerah tujuan wisata. Perilaku sehat yang diharapkan adalah perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan.

Menurut Staf Pengajar Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Unand Nizwardi Azkha, derajat kesehatan masyarakat pada hakikatnya merupakan kontribusi penting bagi kualitas sumber daya manusia, sehingga ada keterkaitan antara mutu lingkungan hidup dengan SDM itu sendiri.

Melihat keterkaitan tersebut, sudah selayaknya bila perhatian dan kepedulian terhadap lingkungan patut mendapat prioritas. Bukan hanya untuk mencari sebuah kondisi lingkungan yang ideal, akan tetapi lebih jauh lagi pada upaya peningkatan produktivitas sumber daya manusia. Kondisi ini menurut Nizwardi dapat tercapai bila masyarakat semakin meningkatkan kepeduliannya akan kebersihan dan kesehatan lingkungan, dan ini memerlukan faktor-faktor penting yang dapat membangkitkan bentuk kepedulian tersebut khususnya di daerah tujuan wisata.

Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

Dalam penerapan konsep kesehatan lingkungan, Nizwardi menyebutkan ada tiga faktor lingkungan yang perlu mendapat perhatian masyarakat, yakni lingkungan fisik, biologis, dan sosial.

Lingkungan fisik mencakup air bersih, udara, limbah cair dan padat, kotoran serta polutan lain yang umumnya dapat dilihat. Selain udara yang tercemar oleh polutan, limbah padat (sampah) juga menjadi masalah kesehatan lingkungan yang rawan, terutama di daerah tujuan wisata. Pembuangan dan penanganan sampah yang tidak tepat akan mengurangi kebersihan, kesehatan, dan estetika lingkungan. Limbah cair domestik yang berasal dari kamar mandi, pencucian dan dapur serta industri juga banyak menimbulkan pencemaran, terutama pada air tanah, sumur, serta air permukaan.

Selanjutnya, lingkungan biologis dapat memberi pengaruh negative terhadap kesehatan. Jasad renik seperti virus, jamur, bakteri, cacing, dan parasit lainnya yang bersifat pathogen dapat menimbulkan penyakit. Begitu juga hewan seperti serangga, nyamuk, lalat, ular, tikus, dan lainnya dapat berperan sebagai perantara penyakit menular.

Faktor berikutnya adalah lingkungan sosial. Lingkungan sosial memberikan dampak negatif yang khusus terhadap kesehatan masyarakat, seperti timbulnya berbagai penyakit yang bersifat somatic, psikomatik, dan psikososial. Derunya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada akhirnya juga menjadi masalah tersendiri. Alkoholisme, penyakit akibat hubungan seksual (AIDS) yang menakutkan bagi kalangan orang tua. Belum lagi masalah kriminalitas yang kian meningkat.

Nizwardi melanjutkan, guna menjaga pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh ketiga jenis lingkungan tersebut, maka pengetahuan masyarakat khususnya di daerah tujuan wisata tentang kesehatan lingkungan ini harus benar-benar ditingkatkan.

Dengan mengetahui secara jelas dan gamblang mengenai masalah kesehatan lingkungan ini, maka kesadaran masyarakat maupun pengunjung dan pelaku wisata lainnya akan timbul. Kesadaran inilah yang menjadi kunci timbulnya kepedulian masyarakat tentang kebersihan dan kesehatan lingkungan.