Masyarakat Jepara Menyambut Antusias Film Dokumenter Karimunjawa

 

Tim Videologue: Film dokumenter Kremun Merumpun. (Foto Dok. DiskominfoJepara)

PENGKOL – Mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi, Asisten II Sekda Jepara Mulyaji, Sabtu (28/12/2019) meberikan apresiasi kepada tim pembuat film yang mempromosikan Karimunjawa. “Saya berarap promosi tentang Karimunjawa semakin maraak yang akan berdampak pada peningkatan pengunjung,” kata Dian.

Mulyaji berharap, kegiatan ini dapat memotifasi generasi muda untuk berkarya kususnya pembuatan film dokumenter yang mendukung program pembangunan di Jepara terutama bidang kepariwisataan.

Masyarakat terlihat antusias menyaksikan film dokumenter tentang Karimunjawa, kemarin malam di Gedung Shima komplek Pemkab Jepara. Meski diguyur hujan, Gedung Shima pun penuh dengan penonton dari berbagai usia. Hadir pula Asisten II Sekda Jepara Mulyaji.

Dua film dokumenter yang diputar yakni Kremun Merumpun dan Mahardikeng Tyas Mring Kamardikan, di mana keduanya secara khusus mengangkat potensi wilayah terluar Kabupaten Jepara tersebut.

Kedua film pendek itu masuk nominasi terbaik pada Festival Film Jawa Tengah 2019 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah yang bekerjasama dengan Anantaka Culture Trust dan Sineroom.

Film Karya Anak Jepara Masuk 6 Nominasi Terbaik

Dari puluhan karya yang masuk, dipilih 6 nominasi terbaik, baik film fiksi maupun film dokumenter. Kedua film karya anak Jepara itu masuk dalam 6 nominasi terbaik. Kremun Merumpun produksi Videologue ada di urutan pertama, sedangkan Mahardikeng Tyas Mring Kamardikan di urutan keempat.

Untuk Kremun Merumpun, merupakan film pendek produksi Videologue yang di sutradarai Arief Rahman Hakim dan produser Nizar Fahreza. Film itu mengangkat soal keberagaman suku di Karimunjawa. Di Karimunjawa, ada enam suku berbeda yang semuanya merupakan pendatang. Mulai dari Bugis, Mandar, Bajo, Buton, Madura, dan Jawa. Semua suku itu melebur menjadi satu sebagai Karimunjawa.

Sementara untuk Mahardikeng Tyas Mring Kamardikan, merupakan produksi Panitia Barikan Kubro 2019 yang disutradarai Adamifa dari LADAMIF Production. Film tersebut menceritakan mengenai upacara adat bernama Barikan, di pasaran Jumat Wage yang sudah ada sejak lama di Karimunjawa. Saat ini upacara adat tersebut dikreasikan ulang sebagai festival tahunan.