Pertumbuhan Ekonomi di Jepara Menurut Ganjar Pranowo Paling Seksi di Jawa Tengah

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memimpin Musrenbangwil di Pendopo Kartini Jepara. (Foto: Pemkab Jepara)

Panggang, Jepara- Kabupaten Jepara, menurut Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo saat ini menempati peringkat pertama nilai realisasi investasi di Jawa Tengah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Wanarakuti-Banglor (Jepara, Kudus, Pati, Rembang dan Blora), pada Selasa (10/3/2020), di Pendopo Kartini Jepara.

Dalam hal pertumbuhan ekonomi, Kabupaten Jepara memang sudah tidak diragukan lagi. Bahkan menurut Ganjar, pertumbuhan ekonomi di Jepara memang saat ini paling seksi di Jawa Tengah.

“Kalau di Jepara, sudah tidak diragukan lagi, angka pertumbuhan ekonominya saat ini paling seksi di Jawa Tengah,” kata Ganjar.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara pada Tahun 2019 mencapai 6,02% meningkat jika dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 5,85%. Namun hal ini masih perlu ditingkatkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah sebesar 7%. Masih perlu penguatan dalam sektor-sektor potensial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi.

“Bonus demografi ini perlu dimanfaatkan secara optimal, untuk menjamin tersedianya pasokan tenaga kerja (labour supply) yang produktif dan berkualitas guna mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi.

Benahi Reformasi Birokrasi

Meskipun dalam pertumbuhan ekonomi terbilang tinggi, Kabupaten Jepara memiliki PR yang perlu diperbaiki. Salah satunya ialah capaian indeks reformasi birokrasi. Karena sebaran indeks daya saing Jepara masuk kategori sedang 3,57 persen.

Saat mempimpin Musrenbangwil, Ganjar menunjukkan angka laporan masyarakat pada masing-masing pemerintah kabupaten, sekaligus tingat penyelesaiannya. Hal ini dimaksudkan agar masing-masing kabupaten lebih responsif dalam menanggapi persoalan di tengah masyarakatnya.

Sementara itu, Kristiandi mengatakan, nilai realisasi investasi di Jepara menempati urutan pertama di Jawa Tengah. Dengan jumlah proyek dan serapan pekerja menempati peringkat 4 di Jawa Tengah.

“Dari total investasi asing yang masuk ke Jawa Tengah, sebanyak 21 persen investasi masuk ke Jepara,” kata Andi.

Pemerintah Kabupaten Jepara, juga merencanakan membuka Mal Pelayanan Publik pada 9 April 2020. Tentu saja ini akan semakin memberi kemudahan dan kecepatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mal Pelayanan Publik merupakan pengembangan dari pelayanan satu pintu yang telah dilaksanakan Pemkab Jepara,” kata dia.