Kades Langon Anggarkan Rp 15 Juta untuk Penanganan Covid-19

Foto: Diskominfo Jepara

Tahunan – Sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Desa (Kemendes) Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa (PKTD), dana desa dan alokasi dana desa (ADD) dapat digunakan untuk penanganan Covid-19. Kepala Desa Langon, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Suharto, mengatakan tahun ini akan mengubah anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).

Dikatakan Suharto, tahun ini telah dianggarkan Rp 15 juta untuk penanganan bencana. “Nanti akan diubah lewat APBDes perubahan menyesuaikan kebutuhan. Tahun kemarin sudah dianggarkan Rp 15 juta,” terang Suharto, dilansir dari situs resmi Pemkab Jepara.

Dana desa yang sudah dialokasikan untuk penanggulangan bencana, imbuhnya, saat ini dimanfaatkan untuk penyemprotan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum di desa, seperti masjid, sekolah, dan lainnya. Disinfektan juga dibagikan kepada masyarakat untuk dilakukan penyemprotan secara mandiri.

“Kami juga sudah membuat imbauan baik secara langsung dengan berkeliling desa atau lewat selebaran-selebaran yang dibagikan ke warga. Juga membuat tempat cuci tangan,” jelas Suharto.

Imbauan memanfaatkan dana desa dan ADD untuk penanganan Covid-19 ini juga sesuai yang disampaikan Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi. Dijelaskan Plt Bupati, dana desa tersebut bisa digunakan untuk biaya sosialisasi, penyemprotan disinfektan, termasuk biaya pendataan bagi  pendatang. “Kemarin kita sudah rapat koordiasi dengan camat se-Kabupaten Jepara, untuk membentuk desa tanggap Covid-19,” paparnya, dari keterangan tertulis Pemkab Jepara.

Menurut Andi, penanganan Covid-19 lebih penting, sehingga akan diprioritaskan. Sejumlah desa juga sudah melakukan penyemprotan dengan menggunakan alat semprot manual yang diisi dengan cairan disinfektan. Cairan tersebut, katanya, berasal dari bahan-bahan yang mudah ditemukan seperti pemutih baju, karbol, dan pembersih lantai.

Segera Ajukan Pencairan Dana Desa

Kepala Bidang Penguatan Lembaga Masyarakat dan Desa Dinsospermades Jepara, Ferry Yudha Adi Darma berharap, desa-desa di Jepara bisa segera merampungkan pengajuan pencairan dana desa tahap I. Pada tahap ini, desa menerima 40 persen dari jumlah total anggaran dalam satu tahun. Batas waktu terakhir permohonan penyaluran dana desa tahap I hingga Juni mendatang.

“Apalagi saat ini desa dituntut ambil peran dalam pencegahan Covid-19. Melalui dana desa bisa dialokasikan untuk kegiatan yang berhubungan dengan pencegahan dan penanganan wabah itu,” tegasnya.

Ferry menyampaikan, pemdes bisa realokasi APBDes untuk program tersebut. Belanja tak terduga untuk kegiatan pada sub bidang penanggulangan bencana, keadaan darurat, dan keadaan mendesak yang berskala lokal desa dapat dianggarkan melalui APBDes dan atau Perubahan APBDes.

“Kami dorong desa-desa melalui kecamatan segera menyampaikan. Keterlambatan pengajuan akan memengaruhi keuangan desa dalam menjalankan program,” imbuh Ferry.