Sosrokartono, Kakak Kartini Pangeran Jenius dari Timur

Makam R.M.P Sosrokartono yang terletak di Kompleks Pemakaman Sidomukti Kudus. DOKUMEN PRIBADI/Tsania

Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini yang dikenal sebagai sosok pahlawan Indonesia yang berjasa dalam kebangkitan perempuan pada masa penjajahan Belanda. Berkat Raden Ajeng Kartini perempuan pada masa itu dapat merasakan pendidikan dan dapat bersekolah.

Namun, dibalik keberanian dari Raden Ajeng Kartini terdapat sosok yang memengaruhi pemikirannya hingga menjadi sosok yang maju dan berintelektual. Raden Mas Panji (R.M.P.) Sosrokartono merupakan kakak kandung Raden Ajeng Kartini yang menjadi tokoh penting dibalik pemikiran Raden Ajeng Kartini. Putra dari pasangan Raden Mas Adipati Aria (R.M.A.A.) Sosroningrat (Bupati Jepara tahun 1881 – 1905) dan Nyai Ajeng Ngasirah ini, memiliki peran penting di balik kesuksesan adiknya dalam mengukir sejarah perjuangan bangsa.

Sejarah telah mencatat bahwa ajaran-ajaran R.M.P. Sosrokartono mengenai agama, pendidikan, dan tentang nasionalisme tidak kalah progresif dengan pemikiran adiknya, Raden Ajeng Kartini. Melihat hal itu Museum Kartini Jepara dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mengadakan sebuah seminar dengan tema “Raden Mas Panji Sosrokartono: Sang Mandor Klungsu yang Mendunia”, pada Sabtu (23/4/2022) di aula Museum R.A. Kartini Jepara.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Lestiaza, yang mewakili bupati dalam membuka seminar tersebut menuturkan, dalam catatan sejarah R.M.P. Sosrokartono menguasai banyak bahasa asing, yakni sekitar 35 bahasa dan juga bertugas sebagai wartawan perang. Pemikiran Sosrokartono sangat maju, bervisi jauh ke depan. Karena kecerdasannya itu, orang-orang Eropa menjulukinya Si Jenius dari Timur. Kakak Raden Ajeng Kartini ini juga mempunyai kemampuan sebagai tabib. “Beliau merupakan orang yang mempunyai peran penting dalam perjuangan R.A. Kartini,” tuturnya.

Melalui kegiatan yang juga disiarkan langsung lewat akun Instagram @museumkartinijpr, harapannya dapat menjadi spirit warga Jepara. Membangkitkan kembali rasa syukur dan rasa bangga terhadap daerah. Karena dari Jepara banyak melahirkan tokoh-tokoh yang luar biasa dan berpengaruh terhadap Indonesia. Seperti Ratu Kalinyamat, Raden Ajeng Kartini, dan R.M.P. Sosrokartono. Hal ini dapat menjadi inspirasi bagi warga Jepara maupun kepada masyarakat luas. “Warga Jepara patut berbangga mempunyai tokoh-tokoh hebat yang bisa dijadikan inspirasi maupun teladan,” kata dia.

Seminar tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari pelajar, guru, mahasiswa, komunitas pemerhati sejarah, dan media. Seminar tersebut turut menghadirkan beberapa narasumber dari keluarga dan juga akademisi, yakni Asri Miminingtyas dari keluarga R.M.A.A. Sosroningrat, dan Dosen Sejarah Undip Semarang Dr. Alamsyah. Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan peringatan ke-143 Hari Kartini, dan juga bertepatan dengan HUT ke-45 Museum R.A. Kartini Jepara.