Afif Fatkurrohman, Kepala Sekolah Termuda di Jepara

Afif Fatkurrohman, S.Pd.I (Kepala Sekolah Termuda Se-Jepara)

“Menjadi sosok pemimpin muda, bukanlah hal yang mudah, diperlukan keberanian, mental baja dan sikap andap asor untuk dapat menjalankan kepemimpinan dengan baik”. Begitulah ucap Afif fatkurrohman, sosok pria berusia 32 tahun yang menjadi kepala sekolah termuda se kabupaten Jepara.

Mengemban amanah dan tanggung jawab yang cukup besar untuk bisa memajukan mutu Pendidikan di MTS Matholi’ul Huda Damarwulan yang dia pimpin tak membuat pria kelahiran 14 agustus 1990 ini gentar. Berbagai terobosan program Pendidikan pun mulai ia gagas.

Diantara program-program tersebut adalah pengembagan akhlaq siswa didik dari segi ubudiyah atau peribadatan. Sebagai contoh, program Sholat Dhuha berjamaah, membaca Asmaul husna bersama sebelum pelajaran dimulai, dan hafalan-hafalan surat sebelum pulang. Sedangkan dari segi pengembangan intelektual terdapat program seperti keterampilan komputer, marching band, hingga program “Speaking English”.

Pelaksanaan Upacara Bendera di MTS Matholi’ul Huda Damarwulan

Afif berharap dengan program-program ini potensi siswa didik di MTS Matholi’ul Huda damarwulan dapat lebih terasah secara lebih optimal, sehingga dapat mencetak siswa-siswi didik yang dapat berprestasi dan tentunya memiliki akhlakul karimah.

Dari program-program tersebut pria alumni universitas Wahid Hasyim ini juga berharap agar kelak para alumni Madrasah Tsanawiyah dapat melanjutkan ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi, serta dapat bermanfaat pada masyarakat disekitarnya. “Kebiasaan yang baik harus kita tanamkan sedari dini”. Tutur beliau.

Pria yang juga aktif menjadi Ketua GP Anshor Damarwulan ini berpendapat bahwa anak muda memang mau tidak mau, siap tidak siap harus jadi pemimpin karena memang sudah menjadi tuntutan zaman. Apalagi di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang pesat.

Pelaksanaan Lomba 17 Agustus di MTS Matholi’ul Huda Damarwulan

Menurut Afif tantangan terbesar untuk menjadi pemimpin muda adalah sering dianggap kurang pengalaman dan kurang menghargai orang yang lebih tua. “Padahal selama kita masih punya keinginan untuk terus belajar dan dapat mengendalikan diri, saya rasa hal tersebut tidak benar”. Tutur Afif.

Terakhir Afif berpesan kepada generasi muda untuk jangan takut mencoba menjadi pemimpin., “potensi dan tenaga dalam diri anak muda itu besar, jadi harus terus digali dan diasah. Sudah saatnya yang muda yang menjadi pemimpin”. Tégäs Afif menutup perbincangan.